Tampilkan postingan dengan label Resistensi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Resistensi. Tampilkan semua postingan
Modul 4 LBM 1
Diposting oleh
kumpulankumpulan sgd
on Rabu, 01 Agustus 2012
Label:
Bakteri,
DOTS,
OAT,
Resistensi,
TBC,
Upaya preventif tuberkulosis
/
Comments: (0)
UPAYA PREVENTIF TERHADAP TUBERKULOSIS
1. Etiologi
Penyebab: M.T. ---> saprofit? Pathogen(menyerang penyakit)
2. Jenis
Organ tubuh yang sakit : paru atau ekstra paru
Hasil pemeriksaan dahak secara mikroskopis langsung : BTA positif atau BTA Negatif
Riwayat pengobatan sebelumnya : baru atau sudah pernah diobati
Tingkat keparahan penyakit: ringan atau berat
=.=? penting dilakukan untuk menetapkan paduan OAT yang sesuai dan
dilakukan sebelum pengobatan dimulai.
Tuberkulosis: paru(BTA+ ==> ( ++-) BTA - ==> (+--) , foto rontgen dada menunjukan tuberkulosis aktif); BTA-(TBC PARU BTA-, rontgen +) +ekstra-paru(menyerang organ tubuh lain selain paru, misalnya pleura selaput otak, selaput jantung ( pericardium ), kelenjar lymfe, tulang persendian, kulit ,usus, ginjal, saluran kencing, alat kelamin dan lain-lain)
P.S.
· Bila seorang penderita TBC paru juga mempunyai TBC ekstra paru maka untuk kepentingan pencatatan , penderita tersebut harus dicatat sebagai penderita TBC paru.
· Bila seorang penderita ekstra paru pada beberapa organ maka dicatat sebagai TBC ekstra paru pada organ yang penyakitnya paling berat.
Berdasarkan tipe penderita: (berdasarkan riwayat pengobatan sebelumnya)
· Kasus baru-------> belum pernah diobati dgn OAT/ pernah kurang dr 1 bulan
· Kambuh(relaps)-------> sebelumnya sdh pernha, sembuh, lalu kena lagi dgn pemeriksaan dahak BTA +
· Pindahan(transfer in)
· Setelah lalai------------> sdh berobat 1bulan, lalu 2 bulan berhenti
· Lain-lain -------> gagal+kasus kronis
Tb primer: awal msk-bersarang
Tb post-primer: muncul brtahun2 stlh dormant
3. Morfologi+identifikasi bakteri Mycobacterium tuberculosis
· Gram positif--------> memiliki dua lapis dinding sel-------> peptidoglikan tipis+kapsul
· Dinding----------> mengandung lipida-glikolipida(sulit ditembus zat kimia)
· Bentuknya batang(basil), lurus atau agak bengkok
· Penanaman:
o Tumbuh lambat
o Suhu 37 derajat celcius
o pH 6,4-7,0
o medium padat Lowenstein Jensen
· Tidak tahan panas
· Cepat mati bila terkena matahari langsung
· Tahan tehadap asam(saat pewarnaan=BTA)
· Hidup ditempat gelap dan lembab
· Dalam jaringan tubuhè bisa dormant
· Aerob------> suka menyernag yg kadar oksigen tinggi(pre-dileksi/like=suka)jjhgè tempat favorit(pilihan)
Usu.ac.id
4. Cara penularan
· Sumber------> penderita TB BTA positif
· Terjadi saat--------> batuk, bersin, bicara
· Yang membawa kuman TBC----------> dahaknya
· Untuk penderita anak-anak, biasanya tertular dr penderita dewasa
5. Home visite(cegahan)
· Adalah kunjungan rumah
· Oleh petugas kesehatan bagian penyuluhan
· Untuk memantau perkembangan pengobatan pasien
· Terutama pasien lalai/ berhenti berobat(DO) tanpa ket
Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat Bandung
6. Cara pemeriksaan(penegakan diagnosis)
Bahan
· Sputum(dahak)
· Air kemih (urin)
· Air kuras lambung (anak-anak/ penderita yg gk bs ngeluarin dahak, pd pagi hari sblm makan)
· Bahan lain: nanah, cairan cere-brospinal, pleura
Cara pemeriksaan laboratorium
· Mikroskopik--------> pewarnaan Ziehl-Neelsen-----> identifikasi BTA
· Kultur (biakan) ------> media Lowenstein Jensen
· Uji kepekaan kuman thd antibiok
7. Riwayat penyakit(patogenesis)
· Kuman tersebar di udara dlm bentuk droplet(percikan dahak)
· Terhirup ke dlm saluran pernapasan dan masuk ke dlm tubuh manusia
· Setelah terinfeksi--------> didlm alveoli=peradangan------> krn kuman TB berkembang biak
· Tergantung dengan daya tahan tubuh masing-masing, apabila kuat maka akan dormant, apabila tidak akan mulai menyerang dengan menimbulkan respon imun dan manifestasi klinik seperti timbul gejala-gejala klinis TBC
Sumber: Blog RS Penyakit dan pengobatannya
8. Pengobatan(penatalaksanaan pasien)
· Diberikan kombinasi(dr beberapa jenis)+dalam jumlah cukup+dosis tepat----> 6-8 bulan
· Spy semua kuman dpt dibunuh, jika tidak benar dlm pemberian(jenis, dosis, waktu)----> resisten
· Ada dua tahap, tahap intensif dan lanjutan
· Kedua tahap dosisnya tunggal dan diminum saat perut kosong
· TAHAP INTENSIF------> pengawasan sangat penting!!! Spy tdk ada resistensi
· TAHAP LANJUTAN-untuk membunuh kuman persister(dormant)!!! Spy tdk kambuh
9. Kenapa laki-laki lebih rentan
10. Program penanggulangan
GERDUNAS-TB (Gerakan Terpadu Nasional Penanggulan Tuberkulosis)
DOTS (Directly Observed Treatment, Short-course)
· strategi penyembuhan TBC jangka pendek dengan pengawasan secara langsung.
· Proses penyembuhannya menjadi cepat, adanya pengawasan pd penderita TBC agar menelan obat sec teratur sesuai ketentuan sampai dinyatakan sembuh
· Ada 5 komponen DOTS:
o Adanya komitmen politis dari pemerintah untuk bersungguh-sungguh menanggulangi TBC.
o Diagnosis penyakit TBC melalui pemeriksaan dahak secara mikroskopis
o Pengobatan TBC dengan paduan obat anti-TBC jangka pendek, diawasi secara langsung oleh PMO (Pengawas Menelan Obat).
o Tersedianya paduan obat anti-TBC jangka pendek secara konsisten.
o Pencatatan dan pelaporan mengenai penderita TBC sesuai standar.
SITUS RS Penyakit Infeksi dr. Sulianti saroso
11. Hal-hal yg perlu disebutkan dlm penyuluhan tbc
12. Tujuan penanggulangan
Jangka Panjang
Menurunkan angka kesakitan dan angka kematian penyakit TBC dengan cara memutuskan rantai penularan sehingga penyakit TBC tidak lagi merupakan masalah kesehatan masyarakat Indonesia.
Jangka Pendek
1) Tercapainya angka kesembuhan pada penderita
2) Tercapainya cakupan penemuan penderita baru
Semua Sumber:
Cetakan ke 8
Departemen Kesehatan Republik Indonesia
Jakarta 2002
Primer: f. Resiko biar gk kena
Sekunder: ken biar gk parh
Tersier: prh biar gk mati
Modul 3 LBM 1
Diposting oleh
kumpulankumpulan sgd
Label:
Antibiotik,
Bakteri,
Biokimia,
DNA,
Mutasi,
Resistensi,
RNA,
Transkripsi,
Translasi
/
Comments: (0)
STEP 1
1. Bakteri : organisme unisel yang umumnya tidak mempunyai klorofil, biasanya bersifat prokariotik, dan mikroskopik yang berkembang biak dengan membelah diri.
2. Antibiotik :Zat yang membunuh/menghambat pertumbuhan bakteri
3. Resistensi :-Pertahanaan/perlawanan, Kekebalan terhadap sesuatu
4. Mutasi :Perubahan susunan basa nukleotida pada untaian DNA yang terjadi pada gen dan kromosom.
5. Stafilococus Aureus :-Bakteri yang hidup di sluran hidung yang biasanya menyebabkan penyakit pneumonia, berbentuk bulat menyerupai anggur menghasilkan enzim laktamase berwarna keemasan, menghasilkan toksin dan resisten terhadap eritromisin.
6. Plasmid :-Stuktur ekstra kromosom, bereplikasi tersendiri yang ditemukan dalam sel bakteri yang membawa gen berupa DNA
7. Eritromicyn :-Suatu antibiotic yang melawan bakteri streptomyses erithreus yang biasanya digunakan bagi penderita alergi penicilin
8. Adenocine : -enzim yang ditemukan pada mamalia yang dapat dikatalis deaminasi dari adenosine ke inosin dan ammonia ; -nukleotida yang ada di otak yang mengatur kondisi tidur
9. rRNA : -Mesin perakit dalam sintes protein yang bergerak sepanjang mRNA ; -Menyusun asam amino menjadi protein
10. Lincomycin : -Suatu antibiotic yang dihasilkan oleh varien Streptomices Lincolnes yang berguna melawan bakteri gram positif (dpt mempertahankan warna metil ungu)
11. Sintesis methylase
12. Clidamycin : -suatu antibiotic yang dihasilkan oleh varian yang berbeda
13. Ribosom : -butiran dalam setiap sel tempat simtesis protein, biasanya di sitoplasma,dan mengandung banyak RNA
14. Induksi : -Proses generalisasi
STEP 2
1. DNA : Definisi, Struktur dan gambar, Letak, Fungsi , Sifat
2. RNA : Definisi, Struktur dan gambar, Letak, Fungsi, Sifat, Macam-macam
3. Sintesis Protein : Proses, Enzym yang diperlukan, Perbedaan sense, antisense, kodon, dan anti kodon
4. Resistensi terhadap bakteri : Definisi, Macam, Penyebab dan akibat, Solusi
5. Antibiotik : Definisi, Macam, Cara kerja
6. Mutasi : Definisi, Penyebab, Akibat, Macam
STEP 7
1. DNA
a. Definisi
Asam deoksiribonukleat, asam nukleat yang banyak terdapat di kromosom dan membawa satuan hereditas(informasi genetik)
Sumber: Buku Dasar-Dasar Genetika Kedokteran oleh Alan E.H. Emery
b. Struktur dan gambar
STRUKTUR DNA
ü double helix? terdiri atas 2 untai poli-nukleotida==> yg berpilin+ berlawanan arah
ü poli-nukleotida? ad. kumpulan/ rangkaian dr nukleotida
ü nukleotida? ad. ikatan gula-basa-fosfat=deoksiribo-nukleotida
ü gula==> deoksi-ribosa fosfat
basa nitrogen==> purin(A, G) + pirimidin (C, T)==> pd utas satu pny pasangan tetap dgn basa pd utas lain==> (A=T), (C≡G)
Sumber: Campbell, N.A.(2002). Biologi Jilid 1 Edisi Kelima. Jakarta:Erlangga
Eko Setyaningsih.(2006). Sains Biologi IX SMA/ MA. Jakarta: Sinar Grafika
Pai, Anna C.(1992). Dasar-Dasar Genetika. Jakarta: Gramedia
Suryo.(1996). Genetika. Jakarta: Depdikbud
Sitogenetika. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press(2002)
Stansfield, William D., dkk.(2002). Biologi Molekuler dan Sel. Jakarta: Erlangga
Suhardi.(2003). Persoalan Sumber Belajar Biologi(Makalah). Yogyakarta: Jurusan Pendidikan Biolohi FMIPA UNY
c. Letak
Nukleus, kloroplas, mitokondria, Sentriol
Sumber: Campbell, N.A.(2002). Biologi Jilid 1 Edisi Kelima. Jakarta:Erlangga
Eko Setyaningsih.(2006). Sains Biologi IX SMA/ MA. Jakarta: Sinar Grafika
Pai, Anna C.(1992). Dasar-Dasar Genetika. Jakarta: Gramedia
Suryo.(1996). Genetika. Jakarta: Depdikbud
Sitogenetika. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press(2002)
Stansfield, William D., dkk.(2002). Biologi Molekuler dan Sel. Jakarta: Erlangga
Suhardi.(2003). Persoalan Sumber Belajar Biologi(Makalah). Yogyakarta: Jurusan Pendidikan Biolohi FMIPA UNY
d. Fungsi
ü Menurunkan sifat herediter yg dimiliki oleh st organisme ke generasi berikutnya(Watson&Crick)
ü Membentuk organisme hidup (pustaka UT)
ü Mengontrol sifat yang menurun
ü Sintesis protein
ü Sintesis RNA
e. Sifat
Kadarnya tidak dipengaruhi sintesis protein.Letak basa nitrogen dari kedua pita DNA saling berhadapan dengan pasangan yang tetap yaitu Adenin selalu berpasangan dengan Timin, Cytosin dengan Guanin. Kedua pita itu diikatkan oleh ikatan hidrogen.
f. Proses replikasi DNA
ü Pengertian--> penggandaan DNA=auto-katalisis(krn bs bwt sendiri)
ü Waktu---> sebelum proses pembelahan sel(kec. Sel gamet) dimulai, fase S
ü Tujuan---> agar semua turunan selè pny informasi genetik yg sama
ü TEORI
a) Konservatif
dua rantai DNA lama tetap tidak berubah, berfungsi sebagai cetakan untuk dua rantai DNA baru. Replikasi ini mempertahankan molekul dari DNA lama dan membuat molekul DNA baru
b) Semi-konservatif
dua rantai DNA lama terpisah dan rantai baru disintesis dengan prinsip komplementasi pada masing-masing rantai DNA lama. Akhirnya dihasilkan dua rantai DNA baru yang masing-masing mengandung satu rantai cetakan molekul DNA lama dan satu rantai baru hasil sintesis (Watson&Crick)
c) Dis-persif
beberapa bagian dari kedua rantai DNA lama digunakan sebagai cetakan untuk sintesis rantai DNA baru. Oleh karena itu, hasil akhirnya diperoleh rantai DNA lama dan baru yang tersebar pada rantai DNA lama dan baru. Replikasi ini menghasilkan dua molekul DNA lama dan DNA baru yang saling berselang-seling pada setiap untai
Sumber: Campbell, N.A.(2002). Biologi Jilid 1 Edisi Kelima. Jakarta:Erlangga
Eko Setyaningsih.(2006). Sains Biologi IX SMA/ MA. Jakarta: Sinar Grafika
Pai, Anna C.(1992). Dasar-Dasar Genetika. Jakarta: Gramedia
Suryo.(1996). Genetika. Jakarta: Depdikbud
Sitogenetika. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press(2002)
Stansfield, William D., dkk.(2002). Biologi Molekuler dan Sel. Jakarta: Erlangga
Suhardi.(2003). Persoalan Sumber Belajar Biologi(Makalah). Yogyakarta: Jurusan Pendidikan Biolohi FMIPA UNY
2. RNA
a. Definisi
Ad. Asam ribonukleat, yaitu asam nukleat yang terdapat di ribosom, dan berguna dalam proses sintesis protein
Sumber: Buku Dasar-Dasar Genetika Kedokteran oleh Alan E.H. Emery
b. Struktur dan gambar
Sumber: Campbell, N.A.(2002). Biologi Jilid 1 Edisi Kelima. Jakarta:Erlangga
Eko Setyaningsih.(2006). Sains Biologi IX SMA/ MA. Jakarta: Sinar Grafika
Pai, Anna C.(1992). Dasar-Dasar Genetika. Jakarta: Gramedia
Suryo.(1996). Genetika. Jakarta: Depdikbud
Sitogenetika. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press(2002)
Stansfield, William D., dkk.(2002). Biologi Molekuler dan Sel. Jakarta: Erlangga
Suhardi.(2003). Persoalan Sumber Belajar Biologi(Makalah). Yogyakarta: Jurusan Pendidikan Biolohi FMIPA UNY
c. Letak
Inti sel, sitoplasma, ribosom
d. Fungsi
Sintesis protein
e. Sifat
Dipengaruhi sintesis protein
f. Macam-macam
MACAM RNA
ü RNA Genetik=DNA=pembawa informasi genetikè di m.h. yg gk pny DNA, cth. Virus, cth. Waktu nyerang
ü RNA Non-genetik=gk bawa informasi genetikè di m.h. yg jg pny DNA, dibagi:
§ mRNA=urutan basa nirogennya berpasangan dengan salah satu urutan basa rantai DNA
tempat dibuat= nukleus
dibuat klw perlu, dihanurkan klw tgs dh selesai di plasma
§ RNAt= RNA terpendek
Tempat dibuat= nukleus
Tempat tinggal=sitoplasma
Fungsi=penerjemah kodon RNAd---> Bag RNAt yg berhub dgn kodon RNAd=antikodon
Ngikat as-as amino di sitoplasma terus dibawa ke ribosom
§ RNAr = plg banyak---> sbg mesin PERAKIT yg bergerak spnjng RNAd
Tempat buat= nukleus
Tempat tinggal=ribosom
RNAr+protein=ribosom
Hubungan ketiganya dalam proses sintesis protein
3. Sintesis Protein
a. Proses
· Transkripsi
· Translasi
b. Enzym yang diperlukan
· Transkripsi
ü DNA polimerase----------> polimerase deoksiribonukleotida
ü Helikase -----------------> unwinding DNA
ü Topoisomerase-------> membebaskan hambatan torsional yg terjadi akibat penguraian yg dipicu helikase
ü DNA primase--------------> memulai sintesis primer RNA
ü Protein pengikat untai tunggal-----------> mencegah penyatuan dini
ü DNA ligase----> menambal celah tunggal antara celah rantai nasen dan fragmen okazaki si untai retrogad
· Translasi
ü Inisiasi
ü Elongasi
ü Terminasi
c. Perbedaan sense, antisense, kodon, dan anti kodon
· Sense---------> DNA pencetak
· Anti-sense------> DNA komplemen dari sense
· Kodon---------> RNA hasil “cetakan” dari DNA pencetak(sense)
· Anti-kodon---------> komplemen dari kodon, terdapat di tRNA
Sumber: Sri Sukmaniah, Departemen Ilmu Gizi FKUI
4. Resistensi terhadap bakteri
a. Definisi
b. Macam
· Resistensi------> resistensi biasa
· Resistensi Silang ----> apabila sebuah mutan(bakteri) resisten terhadap lebih dari satu antibiotik(obat)
Sumber: ODHA Indonesia
c. Penyebab dan akibat
Penyebab
· Beberapa bakteri--->>> mengalami mutasi dan seleksi alam ----> lalu memberikan gen mutan ini kepada bakteri lain(lewat salah satu proses perub genetik pd bakteri)
· Pada lingkungan tertentu antibiotika yang tidak termutasi (non-mutan) mati, sedangkan antibiotika yang termutasi (mutan) menjadi resisten yang kemudian tumbuh dan berkembang biak. (evolusi vertikal)
· pengambil-alihan gen resistensi dari organisme lain. Contohnya, streptomises mempunyai gen resistensi terhadap streptomisin (antibiotik yang dihasilkannya sendiri), tetapi kemudian gen ini lepas dan masuk ke dalam E. coli atau Shigella sp. (evolusi horizontal)
· Penggunaan antibiotik yg berlebihan-----> antibiotik sering diresepkan utk flu/ demam biasa
Akibat:
· Ketika bakteri yang menyebabkan infeksi menunjukkan resistensi terhadap antibiotik yang sebelumnya sensitif, maka perlu ditemukan antibiotik lain sebagai gantinya
Sumber: Dr. Silvia Surini, Staf Pengajar Departemen Farmasi FMIPA-UI dan Anggota ISTECS chapter Jepang dengan judul asli "Antibiotik, Si Peluru Ajaib"
d. Solusi
· tidak meminta antibiotik untuk demam biasa atau flu.
Sumber: Dr. Silvia Surini, Staf Pengajar Departemen Farmasi FMIPA-UI dan Anggota ISTECS chapter Jepang dengan judul asli "Antibiotik, Si Peluru Ajaib"
5. Antibiotik
a. Definisi
· semua senyawa kimia yang dihasilkan oleh organisme hidup atau yang diperoleh melalui sintesis yang memiliki indeks khemoterapi tinggi, yang manifestasi aktivitasnya terjadi pada dosis yang sangat rendah
Sumber: Apotekputer.com
· Antibiotik adalah zat yang membunuh atau menghambat pertumbuhan bakteri.
Sumber: Dr. Silvia Surini, Staf Pengajar Departemen Farmasi FMIPA-UI dan Anggota ISTECS chapter Jepang dengan judul asli "Antibiotik, Si Peluru Ajaib"
b. Macam
· Berdasarkan mekanisme kerjanya, antibiotik dibagi menjadi beberapa kelompok
(Effionora, 1990), yaitu :
1) Antibiotik yang menghambat metabolisme sel mikroba
2) Antibiotik yang menghambat sintesis dinding sel mikroba ----> Antibiotik akan menghambat proses sintesis dinding sel. Tekanan osmotik dalam sel mikroba lebih tinggi daripada di luar sel, sehingga kerusakan dinding sel mikroba akan menyebabkan terjadinya lisis
3) Antibiotik yang mengganggu keutuhan membrane sel mikroba-------> Kerusakan membran sel menyebabkan keluarnya berbagai komponen dari dalam sel mikroba
4) Antibiotik menghambat sintesis protein sel mikroba
5) Antibiotik yang menghambat sintesis asam nukleat sel mikroba
· Berdasarkan mekanisme aksinya, yaitu mekanisme bagaimana antibiotik secara selektif
meracuni sel bakteri, antibiotik dikelompokkan sebagai berikut:
1) Mengganggu sintesa dinding sel, seperti penisilin, sefalosporin, imipenem, vankomisin, basitrasin.
2) Mengganggu sintesa protein bakteri, seperti klindamisin, linkomisin, kloramfenikol, makrolida, tetrasiklin, gentamisin.
3) Menghambat sintesa folat, seperti sulfonamida dan trimetoprim.
4) Mengganggu sintesa DNA, seperti metronidasol, kinolon, novobiosin.
5) Mengganggu sintesa RNA, seperti rifampisin.
6) Mengganggu fungsi membran sel, seperti polimiksin B, gramisidin
Sumber: Dr. Silvia Surini, Staf Pengajar Departemen Farmasi FMIPA-UI dan Anggota ISTECS chapter Jepang dengan judul asli "Antibiotik, Si Peluru Ajaib"
· Berdasarkan keefektifannya dalam melawan jenis bakteri
1) antibiotik yang membidik bakteri gram positif
2) antibiotik yang membidik gram negatif
3) antibiotik yang berspektrum luas, yaitu yang dapat membidik bakteri gram positif dan negatif.
Sumber: Dr. Silvia Surini, Staf Pengajar Departemen Farmasi FMIPA-UI dan Anggota ISTECS chapter Jepang dengan judul asli "Antibiotik, Si Peluru Ajaib"
Antibiotik oral adalah cara yang paling mudah dan efektif, dibandingkan dengan antibiotik intravena (suntikan melalui pembuluh darah) yang biasanya diberikan untuk kasus yang lebih serius. Beberapa antibiotik juga dipakai secara topikal seperti dalam bentuk salep, krim, tetes mata, dan tetes telinga.
Sumber: Dr. Silvia Surini, Staf Pengajar Departemen Farmasi FMIPA-UI dan Anggota ISTECS chapter Jepang dengan judul asli "Antibiotik, Si Peluru Ajaib"
c. Cara kerja
Ribosom bakteri berukuran kecil dan memiliki komplemen RNA dan protein yg lebih sederhana, perbedaan ini dimanfaatkan utk kep klinis----> Antibiotik menghambat sintesis protein bakteri dgn mempengaruhi satu atau lebih tahap-tahap yg berperan dalam sintesis protein.
Hal ini mybbkn berhentinya pertumbuhan bakteri.
6. Mutasi
a. Definisi
· Perubahan gen(bahan genetik) dr bentuk aslinya
Sumber: Buku Dasar-Dasar Genetika Kedoktran oleh Alan E.H. Emery
b. Penyebab
Radiasi ionisasi, karsinogen(zat kimia tertentu), virus, iritasi fisik, pre-disposisi herediter
Sumber: Guyton A.C. Fisiologi Manusia dan Mekanisme Penyakit. EGC: Jakarta. 1987
Schumm, D.E. Intisari Biokimia. Binarupa Aksara. Jakarta. 1993
Vanders, et al. Human Physiology. 6th Edition, McGraw-Hill. 1994
c. Akibat
d. Macam
· Mutasi Gen
· Mutasi Kromosom(Aberasi Kromosom)

