RSS
Tampilkan postingan dengan label Bakteri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bakteri. Tampilkan semua postingan

Modul 5 LBM 1


Di Ujung Ancaman Pemanasan Global


Step 1


1. Pemanasan global

keadaan dimana meningkatnya suhu rata-rata permukaan bumi dan atmosfer

2. Water borne diseases

Suatu penyakit yang disebabkan pleh pencemaran air

Penyakit yang menyebar melalui perantara air



Step 2


1. Pemanasan Global
  • Definisi
  • Penyebab
  • Dampak
  • Cara penanggulangan
  • mekanisme

2. Water borne diseases
  • Definisi
  • Macam penyakit
  • Penyebab penyakit
  • Mekanisme penyebaran
  • Penanggulangan

3. Mengapa pemanasan global dapat menyebabkan water borne diseases ?



Step 7


1. Pemanasan Global

a. Definisi
Pemanasan Global adalah indikasi naiknya suhu muka bumi secara global (meluas dalam radius ribuan kilometer) terhadap normal/rata-rata catatan pada kurun waktu standard (ukuran Badan Meteorologi Dunia/WMO: minimal 30 tahun).

Paulus Agus Winarso,Komtek Sains Dasar dan Karyawan BMG.

a. Penyebab

Efek rumah kaca

CO 2), metana (CH 4), uap air, dan gas fluorinated, bertindak seperti sebuah rumah kaca di bumi.This means that they let the heat from the Sun into the atmosphere, but do not allow the heat to escape back into space. The more greenhouse gases there are, the larger the percentage of heat that is trapped inside the earth's atmosphere. The earth could not exist in its present state (that is, with life) without the presence of some naturally occurring greenhouse gases, such as CO 2 , CH 4 , and water vapor. Without any greenhouse gases no heat would be trapped in atmosphere, so the earth would be extremely cold. (NASA,2002)

http://web.mit.edu/12.000/www/m2010/finalwebsite/background/globalwarming/definition.html

- Efek umpan balik

Analisis penyebab pemanasan global juga dipengaruhi oleh berbagai proses umpan balik yang dihasilkannya. Sebagai contoh adalah pada penguapan air. Pada kasus pemanasan akibat bertambahnya gas-gas rumah kaca seperti CO2, pemanasan pada awalnya akan menyebabkan lebih banyaknya air yang menguap ke atmosfer. Karena uap air sendiri merupakan gas rumah kaca, pemanasan akan terus berlanjut dan menambah jumlah uap air di udara sampai tercapainya suatu kesetimbangan konsentrasi uap air. Efek rumah kaca yang dihasilkannya lebih besar bila dibandingkan oleh akibat gas CO2 sendiri. (Walaupun umpan balik ini meningkatkan kandungan air absolut di udara, kelembaban relatif udara hampir konstan atau bahkan agak menurun karena udara menjadi menghangat).[3]Umpan balik ini hanya berdampak secara perlahan-lahan karena CO2 memiliki usia yang panjang di atmosfer.

Efek umpan balik karena pengaruh awan sedang menjadi objek penelitian saat ini. Bila dilihat dari bawah, awan akan memantulkan kembali radiasi infra merah ke permukaan, sehingga akan meningkatkan efek pemanasan. Sebaliknya bila dilihat dari atas, awan tersebut akan memantulkan sinar Matahari dan radiasi infra merah ke angkasa, sehingga meningkatkan efek pendinginan. Apakah efek netto-nya menghasilkan pemanasan atau pendinginan tergantung pada beberapa detail-detail tertentu seperti tipe dan ketinggian awan tersebut. Detail-detail ini sulit direpresentasikan dalam model iklim, antara lain karena awan sangat kecil bila dibandingkan dengan jarak antara batas-batas komputasional dalam model iklim (sekitar 125 hingga 500 km untuk model yang digunakan dalam Laporan Pandangan IPCC ke Empat). Walaupun demikian, umpan balik awan berada pada peringkat dua bila dibandingkan dengan umpan balik uap air dan dianggap positif (menambah pemanasan) dalam semua model yang digunakan dalam Laporan Pandangan IPCC ke Empat.[3]

Umpan balik penting lainnya adalah hilangnya kemampuan memantulkan cahaya (albedo) oleh es.[4] Ketika temperatur global meningkat, es yang berada di dekat kutub mencair dengan kecepatan yang terus meningkat. Bersamaan dengan melelehnya es tersebut, daratan atau air di bawahnya akan terbuka. Baik daratan maupun air memiliki kemampuan memantulkan cahaya lebih sedikit bila dibandingkan dengan es, dan akibatnya akan menyerap lebih banyak radiasi Matahari. Hal ini akan menambah pemanasan dan menimbulkan lebih banyak lagi es yang mencair, menjadi suatu siklus yang berkelanjutan.

Umpan balik positif akibat terlepasnya CO2 dan CH4 dari melunaknya tanah beku (permafrost) adalah mekanisme lainnya yang berkontribusi terhadap pemanasan. Selain itu, es yang meleleh juga akan melepas CH4 yang juga menimbulkan umpan balik positif.

Kemampuan lautan untuk menyerap karbon juga akan berkurang bila ia menghangat, hal ini diakibatkan oleh menurunya tingkat nutrien pada zona mesopelagic sehingga membatasi pertumbuhan diatom daripada fitoplankton yang merupakan penyerap karbon yang rendah.[5]
- Variasi Matahari

Terdapat hipotesa yang menyatakan bahwa variasi dari Matahari, dengan kemungkinan diperkuat oleh umpan balik dari awan, dapat memberi kontribusi dalam pemanasan saat ini.[6] Perbedaan antara mekanisme ini dengan pemanasan akibat efek rumah kaca adalah meningkatnya aktivitas Matahari akan memanaskan stratosfer sebaliknya efek rumah kaca akan mendinginkan stratosfer. Pendinginan stratosfer bagian bawah paling tidak telah diamati sejak tahun 1960,[7] yang tidak akan terjadi bila aktivitas Matahari menjadi kontributor utama pemanasan saat ini. (Penipisan lapisan ozon juga dapat memberikan efek pendinginan tersebut tetapi penipisan tersebut terjadi mulai akhir tahun 1970-an.) Fenomena variasi Matahari dikombinasikan dengan aktivitas gunung berapi mungkin telah memberikan efek pemanasan dari masa pra-industri hingga tahun 1950, serta efek pendinginan sejak tahun 1950.[8][9]

Ada beberapa hasil penelitian yang menyatakan bahwa kontribusi Matahari mungkin telah diabaikan dalam pemanasan global. Dua ilmuan dari Duke University mengestimasikan bahwa Matahari mungkin telah berkontribusi terhadap 45-50% peningkatan temperatur rata-rata global selama periode 1900-2000, dan sekitar 25-35% antara tahun 1980 dan 2000.[10] Stott dan rekannya mengemukakan bahwa model iklim yang dijadikan pedoman saat ini membuat estimasi berlebihan terhadap efek gas-gas rumah kaca dibandingkan dengan pengaruh Matahari; mereka juga mengemukakan bahwa efek pendinginan dari debu vulkanik dan aerosol sulfat juga telah dipandang remeh.[11] Walaupun demikian, mereka menyimpulkan bahwa bahkan dengan meningkatkan sensitivitas iklim terhadap pengaruh Matahari sekalipun, sebagian besar pemanasan yang terjadi pada dekade-dekade terakhir ini disebabkan oleh gas-gas rumah kaca.

Pada tahun 2006, sebuah tim ilmuan dari Amerika Serikat, Jerman dan Swiss menyatakan bahwa mereka tidak menemukan adanya peningkatan tingkat "keterangan" dari Matahari pada seribu tahun terakhir ini. Siklus Matahari hanya memberi peningkatan kecil sekitar 0,07% dalam tingkat "keterangannya" selama 30 tahun terakhir. Efek ini terlalu kecil untuk berkontribusi terhadap pemansan global.[12][13] Sebuah penelitian oleh Lockwood dan Fröhlich menemukan bahwa tidak ada hubungan antara pemanasan global dengan variasi Matahari sejak tahun 1985, baik melalui variasi dari output Matahari maupun variasi dalam sinar kosmis.[14]

Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global



b. Dampak

Memiliki tiga dampak penting:

a. Perubahan cuaca dan iklim

Akan menyebabkan tiga dampak-anakan:

· Panas yang berlebih

· Cuaca ekstrim dan kenaikan permukaan air laut

· Water-borne-disease

b. Pergeseran ekosistem

· Water-borne-disease

· Vector-borne-disease

· Polusi udara

c. Degradasi Lingkungan

· Water-borne-disease

· Vector-borne-disease

· Polusi udara

· www.andaka.com

Meningkatnya kadar deposisi asam


Deposisi asam disebabkan oleh belerang (sulfur) (S) yang merupakan pengotor dalam bahan bakar fosil serta nitrogen (N) di udara yang bereaksi dengan oksigen (O2) membentuk sulfur dioksida (SO2) dan nitrogen oksida (NOx). Zat-zat ini berdifusi ke atmosfer dan bereaksi dengan air (H2O) untuk membentuk asam sulfat (H2SO4) dan asam nitrat (NHO3) yang mudah larut sehingga jatuh bersama air hujan. Air hujan yang asam tersebut akan meningkatkan kadar keasaman tanah dan air permukaan yang terbukti berbahaya bagi kehidupan.

Pemanasan global mengakibatkan dampak yang luas dan serius bagi lingkungan bio-geofisik (seperti pelelehan es di kutub, kenaikan muka air laut, perluasan gurun pasir, peningkatan hujan dan banjir, perubahan iklim, punahnya flora dan fauna tertentu, migrasi fauna dan hama penyakit, dsb). Sedangkan dampak bagi aktivitas sosial-ekonomi masyarakat meliputi : (a) gangguan terhadap fungsi kawasan pesisir dan kota pantai, (b) gangguan terhadap fungsi prasarana dan sarana seperti jaringan jalan, pelabuhan dan bandara (c) gangguan terhadap permukiman penduduk, (d) pengurangan produktivitas lahan pertanian, (e) peningkatan resiko kanker dan wabah penyakit, dsb).

Sumber : http://geo.ugm.ac.id/archives/28



· Iklim mulai tidak stabil

· Peningkatan permukaan laut

· Terpengaruhinya hasil pertanian

· Punahnya berbagai jenis hewan

(http://id.wikipedia.org/wiki/pemanasanglobal)



c. Cara penanggulangan

1. Matikan listrik.

2. Ganti bola lampu

3. Jika terpaksa memakai AC (tutup pintu dan jendela selama AC menyala. Atur suhu sejuk secukupnya, sekitar 21-24o C).

4. Tanam pohon di lingkungan sekitar Anda.

5. Jemur pakaian di luar. Angin dan panas matahari lebih baik ketimbang memakai mesin (dryer) yang banyak mengeluarkan emisi karbon.

6. Gunakan kendaraan umum (untuk mengurangi polusi udara).

7. Hemat penggunaan kertas (bahan bakunya berasal dari kayu).

8. Say no to plastic. Hampir semua sampah plastic menghasilkan gas berbahaya ketika dibakar. Atau Anda juga dapat membantu mengumpulkannya untuk didaur ulang kembali.

http://organisasi.org/gambaran-umum-global-warming-efek-dan-cara-untuk-mencegah-pemanasan-global-dunia

a. Penghijauan

b. Daur ulang (mengurangi gas2 buangan )

c. Menggunakan produk ramah lingkungan

Transportasi

1. Bio-diesel

2. Bio-ethanol

3. Hydrogen fuel cell

4. Intermoda shift

1) Jadilah vegetarian.Menurut penelitian,untuk menghasilkan 1 kg daging,diperlukan setidaknya 15 kg pakan ternak.Selain itu juga peternakan menghasilkan gas metana yg 23 kali lebih berbahaya drpad gas karbon dioksida

2) Makan makanan yg segar,hindari makanan yg sdh diolah.

3) Gunakan produk local (hitung jumlah emisi yg dihasilkan ketika kita menggunakan produk impor)

4) Daur ulang plastic,alumunium dan kertas (Energi utk membuat 1 kaleng alumunium = energy utk menonton televise 3 jam)

5) Berbelanjalah di lungkungan sekitar anda,akan mengurangi penggunaan BBM.

6) Tanam pohon setiap kali ada kesempatan

7) Gunakan AC pada tingkatan sampai kita merasa cukup nyaman saja,dan cegah kebocoran dr ruangan berAC.Jangan biarkan ada celah yg terbuka jika anda sedang menggunakan AC

8) Gunakan timer utk menghindari lupa mematikan AC.

9) Gunakan lampu penerangan jalan bertenaga surya

10) Matikan lampu tidak terpakai(hemat listrik)

11) Gunakan lampu hemat energy


(1) Berhenti atau kurangilah makan daging!

Dalam laporannya yang berjudulLivestock’s Long Shadow: Enviromental Issues and Options (dirilis November 2006), PBB mencatat bahwa 18% dari pemanasan global yang terjadi saat ini disumbangkan oleh industry peternakan, yang mana lebih besar daripada efek pemanasan global yang dihasilkan oleh seluruh alat transportasi dunia digabungkan!

PBB juga menambahkan bahwa emisi yang dihitung hanya berdasarkan emisi CO2 yang dihasilkan, padahal selain sebagai kontributor CO2 yang hebat,industri peternakan juga merupakan salah satu sumber utama pencemaran tanah dan sumber-sumber air bersih.

Sebuah laporan dari Earth Institute menegaskan bahwa diet berbasis tanaman hanya membutuhkan 25% energi yang dibutuhkan oleh diet berbasis daging. Penelitian yang dilakukan Profesor Gidon Eshel dan Pamela Martin dari Universitas Chicago juga memberikan kesimpulan yang sama: mengganti pola makan daging dengan pola makan vegetarian 50% lebih efektif untuk mencegah pemanasan global daripada mengganti sebuah mobil SUV dengan mobil hibrida. Seorang vegetarian dengan standar diet orang Amerika akan menghemat 1,5 ton emisi rumah kaca setiap tahunnya! Seorang vegetarian yang mengendarai SUV Hummer masih lebih bersahabat dengan lingkungan daripada seorang pemakan daging yang mengendarai sepeda!

d. Mekanisme


2. Water borne diseases

f. Definisi

Penyakit yang ditularkan langsung melalui perantara air , di mana air yang mengandung kuman pathogen sehingga menyebabkan yang bersangkutan menjadi sakit.

(www.litbang.depkes.go.id)

1. Water borne diseases, adalah penyakit yang ditularkan langsung melalui air minum, di mana air yang diminum mengandung kuman pathogen sehingga menyebabkan yang bersangkutan menjadi sakit. Penyakit-penyakit yang tergolong water borne diseases adalah: kolera, typhus, desentri , dll.

2. Water washed diseases, merupakan penyakit yang berkaitan dengan kekurangan air higiene perorangan. Penyakit yang tergolong di sini adalah: skabies, infeksi kulit, dan selaput lendir, trakhoma, lepra, dll.

3. Water based diseases, merupakan penyakit yang disebabkan oleh bibit penyakit yang sebagian siklus kehidupannya berhubungan dengan air. Penyakit yang tergolong di sini dan ada di Indonesia adalah Schistosomiasis.

4. Water Related Vectors, adalah penyakit yang ditularkan oleh vektor penyakit yang sebagian atau seluruhnya perindukannya berada di air. Penyakit yang tergolong di sini adalah malaria, demam berdarah dengue, filariasis dsb.

Prof. Dr. Umar Fahmi Achmadi, MPH, Ph.D.

g. Macam penyakit

Lepto-spira

o Spiral halus, dgn lekukan 12-18, ujung spt mata kail

o Biasanya terkandung dlm kencing tikus

o Muncul apabila sering hujan, karena tikus banyak yang keluar

o Nyebabin----> Lepto-spirosis


Shigella

o Batang

o Bakteri gram (–)

o Non-spora

o Non-motil

o Nyebabin-------->  Disentri Basiler


Salmonella

o Batang

o Bakteri gram –

o Non-spora

o Motil

o Flagela peritrik

o Penyebab utama penyebaran------->  air yg terkontaminasi feses manusia

o Nyebabin------>   demam typhoid


Vibrio Cholera

o Batang bengkok (koma/ vibrio)

o Bakteri gram –

o Non-spora

o Motil

o Monotrik/ polar flagela

o nyebabin---------->   Cholera

o Kalau kolera ada diare yg biasanya disebabkan olh entero-toxin

o Sering bersifat epidemik

Listeria monocytogenes
- Tersebar luas di alam diisolasi dari :
- Tanah agraris maupun non agraris,
- Tumbuhan, faeces hewan maupun manusia
- Tumbuh baik pada suhu 4 – 60C
- Relatif tahan terhadap pemanasan
- Tumbuh baik pada daging yang mengandung Pseudomonas sp.

Drh. Yudi

a. Leptospirosis

mikro organisme Leptospira interogans. Disebut juga Weil's disease, mud fever, slime fever, field fever. Leptospira yang menggunakan hewan seperti Tikus, Anjing, Sapi dan Babi. Di Indonesia, tahun 2002 sempet geger di DKI Jakarta, saat banjir besar. Dimana ditemukan lebih dari 100 kasus, degan jumlah kematian sebanyak 20 kasus.

Manusia dapat terinfeksi melalui kontak terhadap air, tanah, lumpur yang telah terkontaminasi oleh urine (air kencing) binatang yang telah terinfeksi leptospira. Masuknya kuman tersebut apabila terdapat luka/erosi pada kulit maupun selaput lendir (mata). Seringkali air yang lebih menginfeksi adalah air yang mengalir lambat/ statis/ tergenang, seperti pada lumpur sawah, sungai, banjir, dan kolam renang. Kulit yang utuh juga dapat terinfeksi bila terpapar dalam waktu yang lebih lama.

Kelompok Berisiko Tertular: Petani, peternak, korban banjir, pekerja selokan, pekerja perkebunan. Aktivitas kemping (camping) di hutan, berenang, bersampan, terutama bila di tempat tersebut banyak tikus.



b. Kolera

Disebabkan oleh Vibrio Cholerae

- adalah penyakit usus halus yang akut dan berat, sering mewabah yang menyebabkan kematian.

- Gejala utama: muntaber, dehidrasi, dan kolaps dapat terjadi dengan cepat, tinja menyerupai air cucian beras.

- Reservoir bakteri: manusia yang menderita sakit, dan penularannya terjadi secara langsung dari orang ke orang, ataupun tidak langsung lewat lalat, air, serta makanan dan minuman.



c. Hepatitis A

Disebabkan oleh virus hepatitis A.

a. Gejala utama: demam yang akut, dengan perasaan mual dan muntah, hati membengkak, dan sclera mata menjadi kuning, diikuti oleh icterus seluruh kulit.

b. Penyakit ini dapat menyebar secara langsung dari orang ke orang, secara tak langsung lewat air, makanan yang terkontaminasi virus dan lewat udara. Virus ini sering dijumpai di dalam susu, masakan daging – dagingan, sayuran dan buah – buahan mentah, kerang –kerangan serta roti. Selain itu, penularan secara parental juga dapat terjadi.



d. Dysenterie amoeba

Disebabkan oleh E.histolytica.

Gejala utama: tinja yang tercampur darah dan lender. Penyakit ini sering pula ditemukan tanpa gejala yang nyata, sehingga seringkali menjadi kronis. Tetapi, apabila tidak diobati dapat menimbulkan berbagai komplikasi, seperti abses hati, radang otak dan perforasi usus.

Amoeba ini seringkali menyebar lewat air dan makanan yang terkontaminasi tinja dengan kista amoeba serta dapat pula dibawa oleh lalat.

(www.health.nsw.gov.au)



h. Penyebab penyakit

- E. coli

- Salmonella typhi

- Shigella disentriae

- Vibrio cholera

- Ascaris lumbricoides

- Taenia saginata

Morfologi dan bagaimana bias menyebabkan penyakit pd manusia

i. Mekanisme penyebaran

Any disease that can be acquired:
  1.  By drinking water contaminated with a pathogen
  2.  By getting water into your mouth during recreational sports such as: Fishing,Swimming Boating, canoeing, kayaking 
  3. By letting contaminated water come into contact with open areas on the skin
William F. Vincent, Ph.D. Clinical Microbiologist Consultant Quest Diagnostics


Perbedaan epidemic, endemic, dan pandemic

Epidemic : keadaan dimana suatu masalah kesehatan (umumnya penyakit) yang ditemukan pada suatu daerah tertentu dalam waktu yang singkat berada dalam frekwensi yang meningkat 

Pandemic : suatu keadaan dimana suatu masalah kesehatan ( umumnya penyakit ) frekwensinya dalam waktu yang singkat memperlihatkan peningkatan yang amat tinggi serta penyebarannya telah mencakup suatu wilayah yang sangat luas (SARS, flu burung)

Endemic : suatu keadaan dimana suatu masalah kesehatan ( umumnya penyakit) frekwensinya pada suatu wilayah tertentu menetap dalam waktu yang lama (DBD, malaria)

( Pengantar EPIDEMIOLOGI Edisi Pertama, Dr.Azrul Azwar M.P.H)



j. Penanggulangan
  • Proteksi diri
  • Mensterilisasi air agar dpt dikonsumsi
  • Menetralisasikan air
  • Banyak menanam pohon
  • Menjaga kebersihan lingkungan
http://www.andaka.com/pengaruh-pemanasan-global-terhadap-kesehatan.php

• Pendidikan kesehatan

• Pemakaman jenazah yang jauh dari sumber air

(Morgan, O. Infectious disease risks from dead bodies following natural disasters. Pan Am J Public Health 15(5) 307-312)



3. Mengapa pemanasan global dapat menyebabkan water borne diseases ?

Lingkungan yang kualitasnya sehingga bias memunculkan masalah, masalahnya itu antara lain masalahn water borne diseases. Lingkungan yang buruk dipicu karena dampak dari global warming yang tadi. Sehingga bias disimpulkan bahwa global warming menyebabkan water borne disease.

(Dampak Pencemaran Lingkungan, Wisnu Arya Wardhana)

( Kesehatan Lingkungan, Juli Soemirat Slamet, UGM Press)


Modul 4 LBM 1


 UPAYA PREVENTIF TERHADAP TUBERKULOSIS


1. Etiologi

Penyebab: M.T. --->  saprofit? Pathogen(menyerang penyakit)



2. Jenis

Organ tubuh yang sakit : paru atau ekstra paru

Hasil pemeriksaan dahak secara mikroskopis langsung : BTA positif atau BTA Negatif

Riwayat pengobatan sebelumnya : baru atau sudah pernah diobati

Tingkat keparahan penyakit: ringan atau berat


=.=? penting dilakukan untuk menetapkan paduan OAT yang sesuai dan

dilakukan sebelum pengobatan dimulai.


Tuberkulosis: paru(BTA+  ==> ( ++-)  BTA - ==>  (+--) , foto rontgen dada menunjukan tuberkulosis aktif); BTA-(TBC PARU BTA-, rontgen +) +ekstra-paru(menyerang organ tubuh lain selain paru, misalnya pleura selaput otak, selaput jantung ( pericardium ), kelenjar lymfe, tulang persendian, kulit ,usus, ginjal, saluran kencing, alat kelamin dan lain-lain)



P.S.

· Bila seorang penderita TBC paru juga mempunyai TBC ekstra paru maka untuk kepentingan pencatatan , penderita tersebut harus dicatat sebagai penderita TBC paru.

· Bila seorang penderita ekstra paru pada beberapa organ maka dicatat sebagai TBC ekstra paru pada organ yang penyakitnya paling berat.



Berdasarkan tipe penderita: (berdasarkan riwayat pengobatan sebelumnya)

· Kasus baru------->   belum pernah diobati dgn OAT/ pernah kurang dr 1 bulan

· Kambuh(relaps)------->   sebelumnya sdh pernha, sembuh, lalu kena lagi dgn pemeriksaan dahak BTA +

· Pindahan(transfer in)

· Setelah lalai------------>  sdh berobat 1bulan, lalu 2 bulan berhenti

· Lain-lain ------->   gagal+kasus kronis

Tb primer: awal msk-bersarang

Tb post-primer: muncul brtahun2 stlh dormant




3. Morfologi+identifikasi bakteri Mycobacterium tuberculosis

· Gram positif--------> memiliki dua lapis dinding sel------->  peptidoglikan tipis+kapsul

· Dinding---------->     mengandung lipida-glikolipida(sulit ditembus zat kimia)

· Bentuknya batang(basil), lurus atau agak bengkok

· Penanaman:

o Tumbuh lambat

o Suhu 37 derajat celcius

o pH 6,4-7,0

o medium padat Lowenstein Jensen

· Tidak tahan panas

· Cepat mati bila terkena matahari langsung

· Tahan tehadap asam(saat pewarnaan=BTA)

· Hidup ditempat gelap dan lembab

· Dalam jaringan tubuhè bisa dormant

· Aerob------>  suka menyernag yg kadar oksigen tinggi(pre-dileksi/like=suka)jjhgè tempat favorit(pilihan)

Usu.ac.id



4. Cara penularan
· Sumber------>  penderita TB BTA positif

· Terjadi saat-------->  batuk, bersin, bicara

· Yang membawa kuman TBC---------->   dahaknya

· Untuk penderita anak-anak, biasanya tertular dr penderita dewasa



5. Home visite(cegahan)

· Adalah kunjungan rumah

· Oleh petugas kesehatan bagian penyuluhan

· Untuk memantau perkembangan pengobatan pasien

· Terutama pasien lalai/ berhenti berobat(DO) tanpa ket

Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat Bandung 



6. Cara pemeriksaan(penegakan diagnosis)


Bahan

· Sputum(dahak)

· Air kemih (urin)

· Air kuras lambung (anak-anak/ penderita yg gk bs ngeluarin dahak, pd pagi hari sblm makan)

· Bahan lain: nanah, cairan cere-brospinal, pleura

Cara pemeriksaan laboratorium

· Mikroskopik-------->  pewarnaan Ziehl-Neelsen----->   identifikasi BTA

· Kultur (biakan) ------>    media Lowenstein Jensen

· Uji kepekaan kuman thd antibiok



7. Riwayat penyakit(patogenesis)

· Kuman tersebar di udara dlm bentuk droplet(percikan dahak)

· Terhirup ke dlm saluran pernapasan dan masuk ke dlm tubuh manusia

· Setelah terinfeksi--------> didlm alveoli=peradangan------>   krn kuman TB berkembang biak

· Tergantung dengan daya tahan tubuh masing-masing, apabila kuat maka akan dormant, apabila tidak akan mulai menyerang dengan menimbulkan respon imun dan manifestasi klinik seperti timbul gejala-gejala klinis TBC

Sumber: Blog RS Penyakit dan pengobatannya


8. Pengobatan(penatalaksanaan pasien)

· Diberikan kombinasi(dr beberapa jenis)+dalam jumlah cukup+dosis tepat---->  6-8 bulan

· Spy semua kuman dpt dibunuh, jika tidak benar dlm pemberian(jenis, dosis, waktu)---->  resisten

· Ada dua tahap, tahap intensif dan lanjutan

· Kedua tahap dosisnya tunggal dan diminum saat perut kosong

· TAHAP INTENSIF------>     pengawasan sangat penting!!! Spy tdk ada resistensi

· TAHAP LANJUTAN-untuk membunuh kuman persister(dormant)!!! Spy tdk kambuh



9. Kenapa laki-laki lebih rentan

10. Program penanggulangan

GERDUNAS-TB (Gerakan Terpadu Nasional Penanggulan Tuberkulosis)

DOTS (Directly Observed Treatment, Short-course)

· strategi penyembuhan TBC jangka pendek dengan pengawasan secara langsung.

· Proses penyembuhannya menjadi cepat, adanya pengawasan pd penderita TBC agar menelan obat sec teratur sesuai ketentuan sampai dinyatakan sembuh

· Ada 5 komponen DOTS:
o Adanya komitmen politis dari pemerintah untuk bersungguh-sungguh menanggulangi TBC.
o Diagnosis penyakit TBC melalui pemeriksaan dahak secara mikroskopis
o Pengobatan TBC dengan paduan obat anti-TBC jangka pendek, diawasi secara langsung oleh PMO (Pengawas Menelan Obat).
o Tersedianya paduan obat anti-TBC jangka pendek secara konsisten.
o Pencatatan dan pelaporan mengenai penderita TBC sesuai standar.

SITUS RS Penyakit Infeksi dr. Sulianti saroso

11. Hal-hal yg perlu disebutkan dlm penyuluhan tbc

12. Tujuan penanggulangan

Jangka Panjang

Menurunkan angka kesakitan dan angka kematian penyakit TBC dengan cara memutuskan rantai penularan sehingga penyakit TBC tidak lagi merupakan masalah kesehatan masyarakat Indonesia.

Jangka Pendek

1) Tercapainya angka kesembuhan pada penderita

2) Tercapainya cakupan penemuan penderita baru





Semua Sumber:

Cetakan ke 8

Departemen Kesehatan Republik Indonesia

Jakarta 2002





Primer: f. Resiko biar gk kena

Sekunder: ken biar gk parh

Tersier: prh biar gk mati

Modul 3 LBM 1



STEP 1

1. Bakteri : organisme unisel yang umumnya tidak mempunyai klorofil, biasanya bersifat prokariotik, dan mikroskopik yang berkembang biak dengan membelah diri.

2. Antibiotik :Zat yang membunuh/menghambat pertumbuhan bakteri

3. Resistensi :-Pertahanaan/perlawanan, Kekebalan terhadap sesuatu

4. Mutasi :Perubahan susunan basa nukleotida pada untaian DNA yang terjadi pada gen dan kromosom.

5. Stafilococus Aureus :-Bakteri yang hidup di sluran hidung yang biasanya menyebabkan penyakit pneumonia, berbentuk bulat menyerupai anggur menghasilkan enzim laktamase berwarna keemasan, menghasilkan toksin dan resisten terhadap eritromisin.

6. Plasmid :-Stuktur ekstra kromosom, bereplikasi tersendiri yang ditemukan dalam sel bakteri yang membawa gen berupa DNA 

7. Eritromicyn :-Suatu antibiotic yang melawan bakteri streptomyses erithreus yang biasanya digunakan bagi penderita alergi penicilin

8. Adenocine : -enzim yang ditemukan pada mamalia yang dapat dikatalis deaminasi dari adenosine ke inosin dan ammonia ;  -nukleotida yang ada di otak yang mengatur kondisi tidur

9. rRNA : -Mesin perakit dalam sintes protein yang bergerak sepanjang mRNA ; -Menyusun asam amino menjadi protein

10. Lincomycin : -Suatu antibiotic yang dihasilkan oleh varien Streptomices Lincolnes yang berguna melawan bakteri gram positif (dpt mempertahankan warna metil ungu)

11. Sintesis methylase

12. Clidamycin : -suatu antibiotic yang dihasilkan oleh varian yang berbeda

13. Ribosom : -butiran dalam setiap sel tempat simtesis protein, biasanya di sitoplasma,dan mengandung banyak RNA

14. Induksi : -Proses generalisasi



STEP 2

1. DNA : Definisi, Struktur dan gambar, Letak, Fungsi , Sifat
2. RNA : Definisi, Struktur dan gambar, Letak, Fungsi, Sifat, Macam-macam
3. Sintesis Protein : Proses, Enzym yang diperlukan, Perbedaan sense, antisense, kodon, dan anti kodon
4. Resistensi terhadap bakteri : Definisi, Macam, Penyebab dan akibat, Solusi
5. Antibiotik : Definisi, Macam, Cara kerja
6. Mutasi : Definisi, Penyebab, Akibat, Macam



STEP 7

1. DNA

a. Definisi

Asam deoksiribonukleat, asam nukleat yang banyak terdapat di kromosom dan membawa satuan hereditas(informasi genetik)

Sumber: Buku Dasar-Dasar Genetika Kedokteran oleh Alan E.H. Emery




b. Struktur dan gambar

STRUKTUR DNA

ü double helix? terdiri atas 2 untai poli-nukleotida==> yg berpilin+ berlawanan arah

ü poli-nukleotida? ad. kumpulan/ rangkaian dr nukleotida

ü nukleotida? ad. ikatan gula-basa-fosfat=deoksiribo-nukleotida

ü gula==> deoksi-ribosa fosfat

basa nitrogen==> purin(A, G) + pirimidin (C, T)==> pd utas satu pny pasangan tetap dgn basa pd utas lain==> (A=T), (C≡G)

Sumber: Campbell, N.A.(2002). Biologi Jilid 1 Edisi Kelima. Jakarta:Erlangga

Eko Setyaningsih.(2006). Sains Biologi IX SMA/ MA. Jakarta: Sinar Grafika

Pai, Anna C.(1992). Dasar-Dasar Genetika. Jakarta: Gramedia

Suryo.(1996). Genetika. Jakarta: Depdikbud

Sitogenetika. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press(2002)

Stansfield, William D., dkk.(2002). Biologi Molekuler dan Sel. Jakarta: Erlangga

Suhardi.(2003). Persoalan Sumber Belajar Biologi(Makalah). Yogyakarta: Jurusan Pendidikan Biolohi FMIPA UNY




c. Letak

Nukleus, kloroplas, mitokondria, Sentriol

Sumber: Campbell, N.A.(2002). Biologi Jilid 1 Edisi Kelima. Jakarta:Erlangga

Eko Setyaningsih.(2006). Sains Biologi IX SMA/ MA. Jakarta: Sinar Grafika

Pai, Anna C.(1992). Dasar-Dasar Genetika. Jakarta: Gramedia

Suryo.(1996). Genetika. Jakarta: Depdikbud

Sitogenetika. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press(2002)

Stansfield, William D., dkk.(2002). Biologi Molekuler dan Sel. Jakarta: Erlangga

Suhardi.(2003). Persoalan Sumber Belajar Biologi(Makalah). Yogyakarta: Jurusan Pendidikan Biolohi FMIPA UNY




d. Fungsi

ü Menurunkan sifat herediter yg dimiliki oleh st organisme ke generasi berikutnya(Watson&Crick)

ü Membentuk organisme hidup (pustaka UT)

ü Mengontrol sifat yang menurun

ü Sintesis protein

ü Sintesis RNA



e. Sifat

Kadarnya tidak dipengaruhi sintesis protein.Letak basa nitrogen dari kedua pita DNA saling berhadapan dengan pasangan yang tetap yaitu Adenin selalu berpasangan dengan Timin, Cytosin dengan Guanin. Kedua pita itu diikatkan oleh ikatan hidrogen.



f. Proses replikasi DNA

ü Pengertian-->  penggandaan DNA=auto-katalisis(krn bs bwt sendiri)

ü Waktu--->   sebelum proses pembelahan sel(kec. Sel gamet) dimulai, fase S

ü Tujuan--->   agar semua turunan selè pny informasi genetik yg sama

ü TEORI

a) Konservatif
 dua rantai DNA lama tetap tidak berubah, berfungsi sebagai cetakan untuk dua rantai DNA baru. Replikasi ini mempertahankan molekul dari DNA lama dan membuat molekul DNA baru

b) Semi-konservatif
 dua rantai DNA lama terpisah dan rantai baru disintesis dengan prinsip komplementasi pada masing-masing rantai DNA lama. Akhirnya dihasilkan dua rantai DNA baru yang masing-masing mengandung satu rantai cetakan molekul DNA lama dan satu rantai baru hasil sintesis (Watson&Crick)

c) Dis-persif
beberapa bagian dari kedua rantai DNA lama digunakan sebagai cetakan untuk sintesis rantai DNA baru. Oleh karena itu, hasil akhirnya diperoleh rantai DNA lama dan baru yang tersebar pada rantai DNA lama dan baru. Replikasi ini menghasilkan dua molekul DNA lama dan DNA baru yang saling berselang-seling pada setiap untai


Sumber: Campbell, N.A.(2002). Biologi Jilid 1 Edisi Kelima. Jakarta:Erlangga

Eko Setyaningsih.(2006). Sains Biologi IX SMA/ MA. Jakarta: Sinar Grafika

Pai, Anna C.(1992). Dasar-Dasar Genetika. Jakarta: Gramedia

Suryo.(1996). Genetika. Jakarta: Depdikbud

Sitogenetika. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press(2002)

Stansfield, William D., dkk.(2002). Biologi Molekuler dan Sel. Jakarta: Erlangga

Suhardi.(2003). Persoalan Sumber Belajar Biologi(Makalah). Yogyakarta: Jurusan Pendidikan Biolohi FMIPA UNY



2. RNA

a. Definisi

Ad. Asam ribonukleat, yaitu asam nukleat yang terdapat di ribosom, dan berguna dalam proses sintesis protein

Sumber: Buku Dasar-Dasar Genetika Kedokteran oleh Alan E.H. Emery


b. Struktur dan gambar



Sumber: Campbell, N.A.(2002). Biologi Jilid 1 Edisi Kelima. Jakarta:Erlangga

Eko Setyaningsih.(2006). Sains Biologi IX SMA/ MA. Jakarta: Sinar Grafika

Pai, Anna C.(1992). Dasar-Dasar Genetika. Jakarta: Gramedia

Suryo.(1996). Genetika. Jakarta: Depdikbud

Sitogenetika. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press(2002)

Stansfield, William D., dkk.(2002). Biologi Molekuler dan Sel. Jakarta: Erlangga

Suhardi.(2003). Persoalan Sumber Belajar Biologi(Makalah). Yogyakarta: Jurusan Pendidikan Biolohi FMIPA UNY


c. Letak

Inti sel, sitoplasma, ribosom

d. Fungsi

Sintesis protein


e. Sifat

Dipengaruhi sintesis protein



f. Macam-macam

MACAM RNA

ü RNA Genetik=DNA=pembawa informasi genetikè di m.h. yg gk pny DNA, cth. Virus, cth. Waktu nyerang

ü RNA Non-genetik=gk bawa informasi genetikè di m.h. yg jg pny DNA, dibagi:

     § mRNA=urutan basa nirogennya berpasangan dengan salah satu urutan basa rantai DNA

                      tempat dibuat= nukleus

                       dibuat klw perlu, dihanurkan klw tgs dh selesai di plasma

     § RNAt= RNA terpendek

                   Tempat dibuat= nukleus

                  Tempat tinggal=sitoplasma

                  Fungsi=penerjemah kodon RNAd---> Bag RNAt yg berhub dgn kodon RNAd=antikodon

                   Ngikat as-as amino di sitoplasma terus dibawa ke ribosom



           § RNAr =  plg banyak--->  sbg mesin PERAKIT yg bergerak spnjng RNAd

                     Tempat buat= nukleus

                     Tempat tinggal=ribosom

                      RNAr+protein=ribosom



          Hubungan ketiganya dalam proses sintesis protein

3. Sintesis Protein

a. Proses

· Transkripsi
· Translasi


b. Enzym yang diperlukan

· Transkripsi

ü DNA polimerase---------->     polimerase deoksiribonukleotida

ü Helikase ----------------->      unwinding DNA

ü Topoisomerase------->  membebaskan hambatan torsional yg terjadi akibat penguraian yg dipicu helikase

ü DNA primase-------------->        memulai sintesis primer RNA

ü Protein pengikat untai tunggal----------->     mencegah penyatuan dini

ü DNA ligase----> menambal celah tunggal antara celah rantai nasen dan fragmen okazaki si untai retrogad

· Translasi

ü Inisiasi

ü Elongasi

ü Terminasi


c. Perbedaan sense, antisense, kodon, dan anti kodon

· Sense--------->   DNA pencetak

· Anti-sense------>   DNA komplemen dari sense

· Kodon--------->     RNA hasil “cetakan” dari DNA pencetak(sense)

· Anti-kodon--------->       komplemen dari kodon, terdapat di tRNA

Sumber: Sri Sukmaniah, Departemen Ilmu Gizi FKUI


4. Resistensi terhadap bakteri

a. Definisi

b. Macam

· Resistensi------>  resistensi biasa

· Resistensi Silang ---->  apabila sebuah mutan(bakteri) resisten terhadap lebih dari satu antibiotik(obat)

Sumber: ODHA Indonesia

c. Penyebab dan akibat

Penyebab

· Beberapa bakteri--->>> mengalami mutasi dan seleksi alam ---->      lalu memberikan gen mutan ini kepada bakteri lain(lewat salah satu proses perub genetik pd bakteri)

· Pada lingkungan tertentu antibiotika yang tidak termutasi (non-mutan) mati, sedangkan antibiotika yang termutasi (mutan) menjadi resisten yang kemudian tumbuh dan berkembang biak. (evolusi vertikal)

· pengambil-alihan gen resistensi dari organisme lain. Contohnya, streptomises mempunyai gen resistensi terhadap streptomisin (antibiotik yang dihasilkannya sendiri), tetapi kemudian gen ini lepas dan masuk ke dalam E. coli atau Shigella sp. (evolusi horizontal)

· Penggunaan antibiotik yg berlebihan-----> antibiotik sering diresepkan utk flu/ demam biasa



Akibat:

· Ketika bakteri yang menyebabkan infeksi menunjukkan resistensi terhadap antibiotik yang sebelumnya sensitif, maka perlu ditemukan antibiotik lain sebagai gantinya



Sumber: Dr. Silvia Surini, Staf Pengajar Departemen Farmasi FMIPA-UI dan Anggota ISTECS chapter Jepang dengan judul asli "Antibiotik, Si Peluru Ajaib"



d. Solusi

· tidak meminta antibiotik untuk demam biasa atau flu.

Sumber: Dr. Silvia Surini, Staf Pengajar Departemen Farmasi FMIPA-UI dan Anggota ISTECS chapter Jepang dengan judul asli "Antibiotik, Si Peluru Ajaib"


5. Antibiotik

a. Definisi

· semua senyawa kimia yang dihasilkan oleh organisme hidup atau yang diperoleh melalui sintesis yang memiliki indeks khemoterapi tinggi, yang manifestasi aktivitasnya terjadi pada dosis yang sangat rendah

Sumber: Apotekputer.com

· Antibiotik adalah zat yang membunuh atau menghambat pertumbuhan bakteri.

Sumber: Dr. Silvia Surini, Staf Pengajar Departemen Farmasi FMIPA-UI dan Anggota ISTECS chapter Jepang dengan judul asli "Antibiotik, Si Peluru Ajaib"


b. Macam

· Berdasarkan mekanisme kerjanya, antibiotik dibagi menjadi beberapa kelompok
(Effionora, 1990), yaitu :

1) Antibiotik yang menghambat metabolisme sel mikroba

2) Antibiotik yang menghambat sintesis dinding sel mikroba ---->  Antibiotik akan menghambat proses sintesis dinding sel. Tekanan osmotik dalam sel mikroba lebih tinggi daripada di luar sel, sehingga kerusakan dinding sel mikroba akan menyebabkan terjadinya lisis

3) Antibiotik yang mengganggu keutuhan membrane sel mikroba------->    Kerusakan membran sel menyebabkan keluarnya berbagai komponen dari dalam sel mikroba

4) Antibiotik menghambat sintesis protein sel mikroba

5) Antibiotik yang menghambat sintesis asam nukleat sel mikroba



· Berdasarkan mekanisme aksinya, yaitu mekanisme bagaimana antibiotik secara selektif

meracuni sel bakteri, antibiotik dikelompokkan sebagai berikut:


1) Mengganggu sintesa dinding sel, seperti penisilin, sefalosporin, imipenem, vankomisin, basitrasin.

2) Mengganggu sintesa protein bakteri, seperti klindamisin, linkomisin, kloramfenikol, makrolida, tetrasiklin, gentamisin.

3) Menghambat sintesa folat, seperti sulfonamida dan trimetoprim.

4) Mengganggu sintesa DNA, seperti metronidasol, kinolon, novobiosin.

5) Mengganggu sintesa RNA, seperti rifampisin.

6) Mengganggu fungsi membran sel, seperti polimiksin B, gramisidin

Sumber: Dr. Silvia Surini, Staf Pengajar Departemen Farmasi FMIPA-UI dan Anggota ISTECS chapter Jepang dengan judul asli "Antibiotik, Si Peluru Ajaib"



· Berdasarkan keefektifannya dalam melawan jenis bakteri

1) antibiotik yang membidik bakteri gram positif

2) antibiotik yang membidik gram negatif

3) antibiotik yang berspektrum luas, yaitu yang dapat membidik bakteri gram positif dan negatif.

Sumber: Dr. Silvia Surini, Staf Pengajar Departemen Farmasi FMIPA-UI dan Anggota ISTECS chapter Jepang dengan judul asli "Antibiotik, Si Peluru Ajaib"
Antibiotik oral adalah cara yang paling mudah dan efektif, dibandingkan dengan antibiotik intravena (suntikan melalui pembuluh darah) yang biasanya diberikan untuk kasus yang lebih serius. Beberapa antibiotik juga dipakai secara topikal seperti dalam bentuk salep, krim, tetes mata, dan tetes telinga.
Sumber: Dr. Silvia Surini, Staf Pengajar Departemen Farmasi FMIPA-UI dan Anggota ISTECS chapter Jepang dengan judul asli "Antibiotik, Si Peluru Ajaib"



c. Cara kerja

Ribosom bakteri berukuran kecil dan memiliki komplemen RNA dan protein yg lebih sederhana, perbedaan ini dimanfaatkan utk kep klinis---->  Antibiotik menghambat sintesis protein bakteri dgn mempengaruhi satu atau lebih tahap-tahap yg berperan dalam sintesis protein.

Hal ini mybbkn berhentinya pertumbuhan bakteri.


6. Mutasi

a. Definisi

· Perubahan gen(bahan genetik) dr bentuk aslinya

Sumber: Buku Dasar-Dasar Genetika Kedoktran oleh Alan E.H. Emery


b. Penyebab

Radiasi ionisasi, karsinogen(zat kimia tertentu), virus, iritasi fisik, pre-disposisi herediter

Sumber: Guyton A.C. Fisiologi Manusia dan Mekanisme Penyakit. EGC: Jakarta. 1987

Schumm, D.E. Intisari Biokimia. Binarupa Aksara. Jakarta. 1993

Vanders, et al. Human Physiology. 6th Edition, McGraw-Hill. 1994


c. Akibat

d. Macam

· Mutasi Gen

· Mutasi Kromosom(Aberasi Kromosom)